Rabu, 19 Agustus 2026

Tuntut Hentikan MBG dan KDMP Sehari Setelah HUT RI ke-81, Demo BEM UI Bertajuk Merebut Kemerdekaan di Bundaran HI

Photo Author
Denny Setyawan, RumpiKota.com
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB
Foto massa aksi dari mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), saat demo pada Selasa, (18/08/26). (Foto: Antara/Sulthony Hasanuddi)
Foto massa aksi dari mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), saat demo pada Selasa, (18/08/26). (Foto: Antara/Sulthony Hasanuddi)

RumpiKota.comJakarta — Aksi unjuk rasa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bertajuk Merebut Kemerdekaan di kawasan Sudirman-Bundaran HI, Jakarta Pusat, berakhir sekitar pukul 18.10 WIB pada Selasa (18/8/2026). Massa membubarkan diri sambil menyanyikan lagu Indonesia Pusaka setelah sempat tertahan di depan UOB Plaza.

Demonstrasi tersebut digelar sehari setelah peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. BEM UI bersama Front Mahasiswa Nasional (FMN) dan sejumlah aliansi mahasiswa membawa delapan tuntutan kepada pemerintah.

Salah satu tuntutan yang menonjol adalah permintaan untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kedua program tersebut merupakan kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menyatakan aksi ini bukan untuk merayakan kemerdekaan. Menurutnya, mahasiswa ingin mempertanyakan makna kemerdekaan yang dirasakan masyarakat saat ini.

Baca Juga: Polemik Pidato Prabowo Pengupas Bawang Rp700 Ribu/Kg dan Fakta di Balik Klaim Upah Susanah

Delapan tuntutan yang dibawa dalam demo BEM UI Merebut Kemerdekaan meliputi penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN). Mahasiswa juga menuntut penetapan status bencana nasional untuk wilayah terdampak di Sumatra dan Flores.

Massa aksi berangkat dari kampus Universitas Indonesia di Depok menuju Jakarta Pusat. Rencana awal menempatkan Bundaran Hotel Indonesia sebagai titik utama penyampaian aspirasi.

Namun, akses menuju Bundaran HI ditutup oleh aparat. Massa tertahan di kawasan depan UOB Plaza di Jalan Jenderal Sudirman sejak sore hari.

Situasi sempat memanas ketika terjadi dorong-dorongan antara mahasiswa dan polisi di jalur busway. Sejumlah mahasiswa meminta barikade dibuka agar dapat melanjutkan perjalanan ke Bundaran HI.

Baca Juga: Kericuhan Warnai Hari Damai Aceh ke-21, Bendera Bulan Bintang Berkibar di Masjid Raya Baiturrahman

Polda Metro Jaya mengerahkan 9.242 personel gabungan untuk mengamankan total 31 aksi unjuk rasa dan 16 kegiatan masyarakat di Jakarta pada hari yang sama. Personel tersebut terdiri atas unsur Polda Metro Jaya, polres jajaran, TNI, dan BKO Mabes Polri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan pengamanan dilakukan agar penyampaian aspirasi berjalan aman. Ia menekankan bahwa hak menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi undang-undang.

Sebelum membubarkan diri, massa demo BEM UI sempat memungut sampah di sekitar lokasi aksi. Mereka kemudian berjalan meninggalkan kawasan Sudirman menuju arah Dukuh Atas dalam barisan teratur.

Aksi Merebut Kemerdekaan menjadi salah satu dari 31 demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada 18 Agustus 2026. Titik-titik lain tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Halaman:

Editor: Denny Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 47 Orang, 5.000 Mengungsi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:12 WIB
X