Minggu, 16 Agustus 2026

Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 47 Orang, 5.000 Mengungsi

Photo Author
Rangga Rinaldy, RumpiKota.com
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:12 WIB
Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB mencatat korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten di NTT.(Istimewa).
Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB mencatat korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten di NTT.(Istimewa).

 

RumpiKotaCom, Nusa Tenggara Timur — Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) menyebabkan 47 orang meninggal dunia. Sekitar 5.000 warga lainnya terpaksa mengungsi akibat gempa tersebut.

Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB mencatat korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten di NTT.

Rinciannya, sebanyak 23 korban meninggal berada di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, empat orang di Sikka, masing-masing satu orang di Ende, Manggarai Barat, dan Nagekeo.

Korban Gempa Diperkirakan Bertambah

Jumlah korban meninggal akibat gempa NTT M 7,7 diperkirakan masih dapat bertambah. Hal itu seiring dengan masih terjadinya gempa susulan di sejumlah wilayah terdampak.

Hingga Minggu (16/8) dini hari, tercatat sebanyak 341 kali gempa susulan dengan kekuatan antara M 3,7 hingga M 6,2.

Situasi tersebut membuat proses evakuasi dan penanganan warga terdampak masih berlangsung. Sejumlah pasien bahkan harus mendapatkan perawatan di luar bangunan rumah sakit setelah gempa mengguncang wilayah NTT.

5.000 Warga Mengungsi

Selain menimbulkan korban jiwa, gempa M 7,7 juga menyebabkan sekitar 5.000 warga mengungsi.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu (16/8) pukul 00.00 WIB, jumlah pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka dengan 3.356 jiwa.

Kemudian Kabupaten Manggarai mencatat 2.078 warga mengungsi. Sementara itu, sebanyak 500 warga lainnya mengungsi di Kabupaten Nagekeo.

Data korban dan pengungsi tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses pendataan serta penanganan di lapangan.

Editor: Rangga Rinaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X