Sabtu, 15 Agustus 2026

Santri Husnul Khotimah 2 Bawa Pulang 4 Prestasi dari Kompetisi Robotik Malaysia

Photo Author
Rangga Rinaldy, RumpiKota.com
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:26 WIB
Ajang yang diselenggarakan World Robotic Center (WRC) bersama Robotika Nusantara dengan dukungan Kementerian Pendidikan Malaysia itu mempertemukan peserta dari sejumlah negara.(Istimewa).
Ajang yang diselenggarakan World Robotic Center (WRC) bersama Robotika Nusantara dengan dukungan Kementerian Pendidikan Malaysia itu mempertemukan peserta dari sejumlah negara.(Istimewa).

KUNINGAN — Empat tim santri MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan membawa pulang empat prestasi dari ajang robotik internasional World Robotic Center Competition (WRC) 2026 di Malaysia. Bukan hanya medali, pengalaman berkompetisi bersama lebih dari 1.200 peserta dari berbagai negara menjadi cerita tersendiri bagi para santri tersebut.

Kompetisi WRC 2026 berlangsung di Universiti Putra Malaysia (UPM) pada 11–12 Agustus 2026. Ajang yang diselenggarakan World Robotic Center (WRC) bersama Robotika Nusantara dengan dukungan Kementerian Pendidikan Malaysia itu mempertemukan peserta dari sejumlah negara, terutama kawasan Asia.

Kontingen MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan tampil di beberapa kategori robotik dan berhasil membawa pulang empat capaian.

Tim Garuda HK2 yang diperkuat Faeyza Aqila F, Hilal Al Fahrezy, dan M. Ihsan Khalilurrahman meraih 2nd Gold Medal pada kategori Soccer Robot.

Kemudian Tim Elang HK2 yang terdiri atas Aufa Asyam K, Hanan Gz, dan Zaydan Kautsar Alfatih mendapatkan 1st Bronze Medal pada kategori Sumo Robot.

Pada kategori Transporter Robot, Tim Rajawali HK2 yang beranggotakan Sagara Arta, M. Rizqi Mubarok, Syamil Azzam M, dan Rafa Fauzan K berhasil menjadi 1st Runner Up sekaligus meraih 1st Silver Medal.

Sementara Tim Imajiner HK2 yang diperkuat Syamil Azzam M, Rafa Fauzan K, Hanan Gz, dan Zaydan Kautsar Alfatih menempati posisi 3rd Champion dalam kategori Line Follower Robot.

Dari Pesantren ke Arena Robotik

Yang membuat cerita mereka menarik bukan hanya deretan medali yang dibawa pulang. Para peserta datang dari lingkungan pesantren yang identik dengan kegiatan belajar agama dan kehidupan berasrama, tetapi pada saat yang sama mereka juga ditantang mengasah kemampuan di bidang teknologi.

Robot menjadi salah satu ruang bagi para santri untuk mengeksplorasi minat mereka terhadap bidang STEM, mulai dari sains, teknologi, teknik, hingga matematika.

Di arena kompetisi, mereka tidak hanya berhadapan dengan robot milik tim lain. Para santri juga harus belajar bekerja dalam tim, menyusun strategi, mengatasi masalah teknis, beradaptasi dengan suasana kompetisi internasional, hingga menjaga konsentrasi ketika berada di bawah tekanan.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan ke Malaysia menjadi lebih dari sekadar agenda untuk mengejar piala.

Bagi mereka, kompetisi robotik juga menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana kemampuan teknologi diuji dalam lingkungan yang lebih luas.

Kepala MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan Ayip Miftahuddin mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan dan pengembangan teknologi dapat berjalan beriringan.

Halaman:

Editor: Rangga Rinaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X