Sebuah artikel di situs resmi Kementerian Komunikasi dan Digital yang sebelumnya memuat profil Susanah sebagai penjahit kain majun, bukan pengupas bawang, dilaporkan tidak lagi dapat diakses sejak Sabtu (15/8/2026) malam. Belum ada penjelasan resmi dari Komdigi mengenai penghapusan tautan artikel tersebut.
Istana Minta Publik Fokus pada Substansi
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi turut merespons polemik tersebut saat ditemui awak media di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026). Ia meminta masyarakat tidak terpaku pada satu atau dua kalimat dalam pidato Presiden yang viral di media sosial.
"Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus belajar untuk tidak terfokus," kata Hasan Nasbi. Ia menilai fenomena tersebut turut dipengaruhi oleh cara kerja algoritma media sosial dalam membesarkan potongan informasi tertentu.
Hasan mengajak publik untuk melihat gagasan besar yang disampaikan Presiden dalam pidato kenegaraan secara utuh. Pernyataannya tersebut tidak secara langsung menjawab pertanyaan publik mengenai akurasi angka upah Rp700 ribu per kilogram yang disebutkan dalam pidato.
Baca Juga: S&P Afirmasi BBB Stable & China AAA Panda Bond, Prabowo Paparkan Ketahanan Ekonomi di RAPBN 2027
Rumah Susanah Dipasangi Garis Polisi
Viralnya nama Susanah berdampak langsung pada kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Rumah sederhana milik Susanah di Kampung Ciuncal dipasangi garis polisi berwarna kuning yang diikatkan pada atap teras dan pos ronda menuju kediamannya.
Iis, istri Ketua RT 01 setempat, menjelaskan bahwa pemasangan garis tersebut merupakan kesepakatan Ketua RW, kepala desa, dan kepala dusun. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi atas serbuan awak media dan menjaga kondisi psikologis anak-anak Susanah, bukan karena adanya tindak pidana.
"Khawatirnya mungkin jiwa anak-anaknya belum siap dengan kondisi yang tiba-tiba orang tuanya viral," kata Iis, Selasa (18/8/2026). Ia menambahkan bahwa pihak luar yang hendak meliput kini diwajibkan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pengurus lingkungan setempat.
Kebijakan pembatasan akses tersebut juga dipicu oleh kunjungan Kementerian Sosial dan sejumlah instansi lain yang sebelumnya mengambil gambar kondisi rumah Susanah tanpa berkoordinasi dengan RT/RW. Susanah dan suaminya diketahui tengah berada di Jakarta untuk menghadiri perayaan HUT ke-81 RI saat garis polisi tersebut dipasang.
Baca Juga: Prabowo Bidik 2027 Jadi Tahun Besar Ekonomi: Dari Harga Komoditas hingga Talenta Diaspora
Pidato Kenegaraan
Pernyataan soal Susanah disampaikan Prabowo di tengah pidato yang memaparkan capaian program perlindungan sosial pemerintah selama 21 bulan masa kepemimpinannya. Dalam pidato yang sama, Presiden juga memperkenalkan sosok lain, Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang disebut merawat bibinya menggunakan bantuan sosial ATENSI.
Secara keseluruhan, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari. Sejumlah capaian yang dipaparkan antara lain swasembada delapan komoditas pangan, penghentian impor solar melalui penerapan B50, penurunan harga pupuk 20 persen, serta pembangunan Sekolah Rakyat dan Kampung Nelayan.
Pidato tersebut juga membahas kebijakan hilirisasi, penguatan BUMN, pengelolaan devisa hasil ekspor lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia, hingga rencana pembentukan pengadilan ad hoc untuk mengusut direksi BUMN bermasalah. Polemik soal upah Susanah menjadi salah satu bagian pidato yang paling banyak disorot publik dibanding capaian-capaian kebijakan lain yang dipaparkan.
Kabar Lanjutan Pidato Prabowo Soal Pengupas Bawang
Hingga Selasa (18/8/2026), Istana belum menyampaikan klarifikasi resmi mengenai sumber data upah Rp700 ribu per kilogram yang disebutkan dalam pidato Presiden. Mensesneg Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan pemerintah akan menelusuri kembali detail angka tersebut, namun belum ada tenggat waktu yang disampaikan untuk hasil penelusuran itu.
Di sisi lain, keluarga Susanah melalui kerabat dan lingkungan tempat tinggalnya telah menegaskan bahwa pekerjaan sehari-hari Susanah adalah penjahit kain majun dan pencuci alat masak program MBG, dengan upah jauh di bawah angka yang disebutkan dalam pidato. Publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak Istana untuk menjernihkan simpang siur data antara pernyataan Presiden dan fakta di lapangan terkait pidato Prabowo pengupas bawang.
Artikel Terkait
Jangan Ketinggalan! Emergent Buka Kompetisi Building Indonesia, Tawarkan Hadiah Rp800 Juta untuk Pembuat Aplikasi Tanpa Coding
Si Manis Jembatan Ancol Jadi Panggung Comeback Vivian Voo
Cegah Darurat Sampah Ekologis, Jejak Bumi Indonesia DKI Jakarta Desak KPU Terapkan "Campaign Sustainability Election