Sementara bagi Sisca, kebebasan mengeksplorasi vokal menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan versi baru tanpa harus terjebak membandingkannya dengan versi terdahulu.
"Kalau versi Kak Andien kan lebih mendayu-dayu dan syahdu. Nah, kalau versi aku dan Mas Tohpati ini lebih upbeat, lebih bisa dibawa joget kecil-kecil, dan centil. Jadi benar-benar menawarkan warna yang beda," tutur Sisca.
Sisca juga melihat ‘Gemintang’ tidak hanya berbicara tentang romansa. Baginya, lagu tersebut dapat dimaknai lebih luas sebagai cerita tentang harapan dan momentum untuk kembali membangun motivasi setelah melewati masa sulit.
Dengan pendekatan tersebut, ‘Gemintang’ versi terbaru memiliki dua pasar yang dapat disasar sekaligus: pendengar lama yang memiliki kedekatan emosional dengan lagu tersebut dan generasi baru yang mengenalnya melalui Sisca Saras.
Tohpati berharap strategi tersebut dapat menjaga relevansi ‘Gemintang’ tanpa menghilangkan keterikatan pendengar lama.
"Harapannya 'Gemintang' versi Sisca ini bisa diterima generasi sekarang tanpa mengganggu fans lama. Semoga lagu ini bisa terus abadi, tidak usang dimakan waktu, dan para penikmat musik jazz bisa terhibur," katanya.
Single ‘Gemintang’ versi Sisca Saras feat. Tohpati kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Rilisan ini sekaligus menunjukkan bagaimana katalog musik lama dapat kembali dikembangkan melalui kolaborasi lintas generasi, aransemen baru, dan distribusi digital untuk memperluas pasar serta memperpanjang umur ekonomi sebuah karya.