Minggu, 16 Agustus 2026

Sisca Saras dan Tohpati Hidupkan Lagi ‘Gemintang’, Strategi Perluas Pasar Katalog Musik

Photo Author
Rangga Rinaldy, RumpiKota.com
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:03 WIB
Tren tersebut dimanfaatkan gitaris dan komposer Tohpati dengan menghadirkan kembali karya ‘Gemintang’ melalui kolaborasi bersama penyanyi muda Sisca Saras.(Istimewa).
Tren tersebut dimanfaatkan gitaris dan komposer Tohpati dengan menghadirkan kembali karya ‘Gemintang’ melalui kolaborasi bersama penyanyi muda Sisca Saras.(Istimewa).

RumpiKotaCom, Jakarta — Lagu lama kembali mendapat ruang di tengah perubahan perilaku konsumsi musik digital. Tren tersebut dimanfaatkan gitaris dan komposer Tohpati dengan menghadirkan kembali karya ‘Gemintang’ melalui kolaborasi bersama penyanyi muda Sisca Saras.

‘Gemintang’ yang pertama kali dipopulerkan Andien pada 2005 kini dikemas dengan aransemen baru yang lebih upbeat, fresh, serta memadukan nuansa bossa nova, samba, dan jazz. Strategi tersebut tidak hanya menawarkan interpretasi berbeda, tetapi juga menjadi cara mempertemukan karya dari generasi sebelumnya dengan pasar pendengar yang lebih muda.

Kolaborasi Sisca Saras dan Tohpati menjadi bagian dari proyek penggarapan kembali sejumlah karya hits ciptaan Tohpati. Pemilihan Sisca sebagai vokalis menunjukkan adanya upaya memperluas jangkauan audiens melalui kombinasi katalog musik yang telah memiliki nilai historis dengan figur penyanyi dari generasi baru.

Tohpati mengatakan karakter suara Sisca menjadi pertimbangan utama ketika memilih vokalis untuk ‘Gemintang’. Menurutnya, proses rekaman juga berlangsung relatif cepat karena karakter vokal Sisca dinilai sudah sesuai dengan kebutuhan lagu.

"Saya dan pihak record memilih Sisca berdasarkan pertimbangan warna suara yang sangat cocok dengan ‘Gemintang’. Waktu rekaman prosesnya cepat sekali dan tidak ada kendala, karena sekali lewat nyanyinya sudah jelas. Tidak ada keraguan sama sekali," ujar Tohpati.

Dari sisi industri, penggarapan ulang lagu yang sudah dikenal publik dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperpanjang siklus hidup sebuah karya. Lagu yang sebelumnya memiliki basis pendengar dapat diperkenalkan kembali melalui penyanyi, aransemen, dan kanal distribusi yang lebih relevan dengan perilaku konsumsi musik saat ini.

Hal tersebut juga terlihat dari konsep aransemen baru ‘Gemintang’. Jika versi Andien pada 2005 dikenal dengan karakter yang lebih syahdu, versi Sisca dan Tohpati dibuat lebih cepat dan playful sehingga memiliki identitas berbeda.

"Versi baru ini beda banget. Temponya lebih cepat, lebih jazzy, ada nuansa samba dan bossa nova, jadi terasa lebih ceria, centil, dan fresh," kata Tohpati.

Bagi Sisca, kolaborasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membawa lagu yang telah berusia lebih dari dua dekade kepada pendengar seusianya.

"Semoga lagu ini bisa memperkenalkan karya indah ini ke teman-teman seumuran aku atau yang lebih muda. Semoga musik 'Gemintang' bertahan lama dan makin banyak orang yang menikmati karya kami," ujar Sisca.

Upaya mempertemukan katalog lama dengan artis generasi baru menjadi semakin relevan di era platform musik digital. Distribusi digital memungkinkan sebuah karya tidak hanya bergantung pada momentum ketika pertama kali dirilis, tetapi dapat kembali menemukan pendengar baru melalui interpretasi, kolaborasi, dan strategi promosi yang berbeda.

Dalam konteks bisnis musik, keberadaan katalog juga memiliki nilai jangka panjang karena sebuah lagu dapat terus menghasilkan nilai ekonomi selama memiliki pendengar, distribusi, serta penggunaan yang relevan. Karena itu, menghidupkan kembali karya lama bukan sekadar proyek nostalgia, melainkan dapat menjadi bagian dari strategi pengelolaan intellectual property (IP) musik.

Tohpati sendiri menilai ‘Gemintang’ merupakan salah satu karya yang memiliki nilai khusus dalam katalog musiknya. Ia menyebut lagu tersebut memiliki karakter voicing dan harmoni yang berbeda, ditambah lirik puitis yang ditulis Andien.

"‘Gemintang’ harus masuk di album ini karena ini salah satu lagu ciptaan favorit yang aku suka. Voicing dan harmoninya lain daripada yang lain, ditambah lirik puitis tulisan Andien yang sangat indah," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rangga Rinaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X