Senin, 17 Agustus 2026

S&P Afirmasi BBB Stable & China AAA Panda Bond, Prabowo Paparkan Ketahanan Ekonomi di RAPBN 2027

Photo Author
Denny Setyawan, RumpiKota.com
- Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR RI, Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR RI, Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

RumpiKota.com — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan penilaian lembaga pemeringkat internasional terhadap perekonomian Indonesia dalam Rapat Paripurna DPR RI penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menyatakan, “Dunia melihat sikap kita. Pada 13 Juli 2026, Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan outlook stabil. Indonesia tetap berada pada kategori investment grade.”

Menurut Presiden, S&P menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kokoh, kebijakan makroekonomi yang secara umum berhati-hati, serta beban utang yang relatif prudent dan sustainable dibandingkan negara-negara setara.

“Mereka juga menilai bahwa upaya Pemerintah memusatkan pengelolaan dan menutup kebocoran di sektor sumber daya dan mineral dapat meningkatkan penerimaan negara serta devisa ekspor,” kata Prabowo.

Baca Juga: Piala Kepala Staf Presiden Semarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia

Ia menambahkan, “Mereka secara khusus menilai positif peran Danantara dan potensi PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam memberantas praktik under-invoicing dan transfer pricing.”

Selain S&P, Prabowo menyebut penilaian dari lembaga pemeringkat Tiongkok. “Lembaga rating Republik Rakyat Tiongkok, China Lianhe Rating juga memberikan rating AAA/Stable yang merupakan level tertinggi dalam penerbitan Panda Bonds Republik Indonesia.”

“Mereka menilai fundamental ekonomi Indonesia solid, kebijakan pemerintah kita efektif, ekonomi kita tahan terhadap guncangan eksternal, dan inflasi kita terkendali,” ujar Presiden.

Prabowo menyatakan, “Kita menerima penilaian-penilaian ini sebagai pengingat bahwa kredibilitas dibangun oleh konsistensi. Dunia tidak hanya menilai apa yang kita umumkan. Dunia menilai apa yang benar-benar kita laksanakan.”

S&P Global Ratings pada 13 Juli 2026 mengafirmasi peringkat kredit jangka panjang Indonesia di level BBB dan peringkat jangka pendek di A-2 dengan outlook stabil. Keputusan itu tertuang dalam laporan Research Update berjudul “Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable”.

S&P menyatakan pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia yang disebabkan oleh tingginya harga energi, suku bunga yang lebih tinggi, dan pelemahan nilai tukar bersifat sementara. Lembaga itu menilai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat, kebijakan makroekonomi relatif hati-hati, serta beban utang eksternal neto dan utang pemerintah relatif ringan dibandingkan negara-negara sebanding.

Baca Juga: Prabowo Paparkan Capaian 21 Bulan Pemerintahan di Sidang Tahunan MPR 2026

S&P memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5 persen per tahun dalam dua hingga tiga tahun ke depan, dengan perkiraan 5,1 persen pada 2026 dan rata-rata 4,9 persen pada periode 2026–2029. Outlook stabil mencerminkan ekspektasi bahwa pemerintah akan mempertahankan defisit fiskal di bawah batas undang-undang 3 persen dari Produk Domestik Bruto sebagai jangkar kebijakan.

S&P juga mencatat kebijakan pemerintah dalam memperkuat pengelolaan sumber daya alam dan mengurangi kebocoran di sektor mineral. Lembaga itu memberikan penilaian positif terhadap langkah terkait peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia dalam mengatasi praktik under-invoicing dan transfer pricing.

Halaman:

Editor: Denny Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X