Penjelasan Ulama tentang Tafsir Kontekstual Pasar Berdekatan
Sejumlah ulama kontemporer, termasuk Syekh Abdul Aziz bin Baz, menjelaskan bahwa makna "pasar-pasar berdekatan" dalam hadits di atas dapat dipahami sebagai gambaran kemudahan transportasi dan komunikasi modern, yang membuat jarak antarwilayah terasa lebih dekat dan transaksi antarpasar bisa dilakukan dalam waktu singkat. Penafsiran kontekstual semacam ini merupakan ijtihad ulama terhadap makna hadits, bukan penetapan waktu kiamat.
Miskonsepsi yang Perlu Diluruskan
Salah satu miskonsepsi yang berkembang adalah anggapan bahwa setiap bencana alam atau krisis global secara otomatis membuktikan kiamat sudah sangat dekat dalam hitungan waktu singkat. Hadits riwayat Bukhari tentang gempa bumi sendiri menjelaskan bahwa tanda ini sudah muncul sejak masa lampau dan akan terus berulang, sehingga kemunculannya tidak dapat dijadikan patokan waktu pasti.
Miskonsepsi lain adalah mencampurkan istilah "kiamat iklim" dalam wacana lingkungan dengan konsep kiamat dalam ajaran agama sebagai satu peristiwa yang sama. Kedua istilah ini berasal dari kerangka berpikir berbeda—satu bersifat ilmiah dan terukur, satu lagi bersifat akidah yang bersumber dari wahyu.
Baca Juga: Koperasi Pensiunan KSP Mekarsari Gagal Bayar, Ribuan Nasabah Lansia Tuntut Pengembalian Dana
Ringkasan
| Aspek | Penjelasan | Sumber |
|---|---|---|
| Kiamat iklim | Istilah krisis lingkungan akibat pemanasan global, bukan istilah eskatologis | Wacana sains lingkungan |
| Waktu kiamat | Perkara gaib yang hanya diketahui Allah | QS Taha: 15, QS Al-A'raf: 187 |
| 10 tanda kiamat besar | Dajjal, Ya'juj Ma'juj, turunnya Nabi Isa AS, hingga rusaknya Ka'bah | HR Muslim (dari Hudzaifah bin Usaid) |
| 5 tanda kiamat kecil | Diutusnya Nabi Muhammad SAW, ilmu diangkat, waktu terasa cepat, pasar berdekatan, jumlah wanita lebih banyak | HR Bukhari, HR Muslim, HR Ahmad |
| Gempa bumi | Tanda kiamat kecil yang sudah muncul sejak lampau dan berulang | HR Bukhari, HR Ibnu Majah |
Krisis pangan akibat cuaca ekstrem merupakan persoalan yang dijelaskan melalui data iklim dan pertanian, sementara tanda-tanda kiamat dalam Islam bersumber dari Al-Qur'an dan hadits shahih yang menjadi bagian dari kajian akidah. Kedua ranah pengetahuan ini berjalan pada kerangkanya masing-masing, dan waktu pasti terjadinya kiamat tetap menjadi perkara gaib yang hanya diketahui Allah SWT.
Artikel Terkait
KPK Bantah OTT di Kabupaten Bogor, Pastikan Hanya Minta Keterangan Terkait Laporan Masyarakat
Mahkamah Agung RI Putus Fauzan Fadel Muhammad Wanprestasi, serta Dugaan Penggelapan Dana dan Aset PT GME
Polres Metro Bekasi Kota Ungkap 6 Kasus Kriminal Menonjol Periode 1–20 Agustus 2026, 11 Tersangka Diamankan