RumpiKota.com, — Istilah "kiamat iklim" makin sering muncul seiring gelombang panas, gagal panen, dan krisis pangan yang terjadi hampir bersamaan di berbagai wilayah dunia. Fenomena ini kemudian dikaitkan sebagian masyarakat dengan pertanyaan lama, apakah tanda-tanda kiamat makin dekat.
Artikel ini menjelaskan dua ranah pengetahuan secara berdampingan. Pertama, data mengenai krisis iklim dan pangan. Kedua, tanda-tanda kiamat yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits shahih, lengkap dengan sumber rujukannya.
Krisis Pangan sebagai Dampak Perubahan Iklim
Cuaca ekstrem berupa kekeringan panjang, banjir besar, dan pergeseran musim tanam tercatat menjadi salah satu penyebab menurunnya produksi pangan di sejumlah kawasan pertanian tadah hujan. Ketika produksi menurun sementara kebutuhan tetap tinggi, harga pangan naik dan akses masyarakat terhadap bahan pokok ikut menyempit.
Fenomena krisis ekologis akibat pemanasan global inilah yang dalam wacana lingkungan disebut sebagai "kiamat iklim". Istilah ini murni istilah sains dan lingkungan, berbeda dari konsep kiamat dalam kajian akidah Islam yang merujuk pada hari berakhirnya kehidupan dunia.
Al-Qur'an menegaskan bahwa waktu terjadinya kiamat termasuk ilmu yang dirahasiakan Allah. Dalam surah Taha ayat 15, Allah berfirman bahwa hari kiamat pasti akan datang dan waktunya sengaja dirahasiakan agar setiap jiwa dibalas sesuai amal perbuatannya (QS Taha: 15).
Penegasan serupa terdapat dalam surah Al-A'raf ayat 187, yang menyebutkan bahwa pengetahuan tentang waktu kiamat hanya ada di sisi Allah. Karena itu, klaim penentuan tahun kiamat secara spesifik—termasuk pertanyaan populer "apakah 2026 kiamat"—tidak memiliki dasar dalam sumber utama ajaran Islam.
Baca Juga: Kelaparan 3 Tahun Sebelum Kemunculan Dajjal dan Mekanisme Nutrisi Zikir, Muslim Wajib Tahu!
10 Tanda-Tanda Kiamat Besar (Kiamat Kubra) Menurut Hadits Shahih
Sepuluh tanda besar kiamat bersumber dari hadits riwayat Hudzaifah bin Usaid al-Ghifari, yang menyebutkan Rasulullah SAW bersabda bahwa kiamat tidak akan terjadi sebelum sepuluh tanda ini muncul (HR Muslim). Berikut kesepuluh tanda tersebut:
- Munculnya Imam Mahdi.
- Kemunculan Dajjal (Al-Masih ad-Dajjal).
- Turunnya Nabi Isa AS ke bumi.
- Munculnya Ya'juj dan Ma'juj.
- Tiga kali gerhana/penenggelaman bumi (khasf)—di timur, di barat, dan di Jazirah Arab.
- Munculnya asap (ad-Dukhan) yang menyelimuti bumi.
- Terbitnya matahari dari arah barat (HR Bukhari dan Muslim).
- Munculnya binatang yang bisa berbicara (Dabbatul Ard).
- Munculnya api besar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpul (mahsyar).
- Rusaknya Ka'bah, menandai berakhirnya ibadah haji.
Menurut penjelasan Prof. Umar Sulaiman al-Asyqar dalam kitab Al-Madkhal ila Dirasah al-Aqidah al-Islamiyyah, tanda-tanda ini akan muncul secara berurutan tanpa jeda signifikan, diibaratkan seperti untaian kalung yang putus dan manik-maniknya jatuh satu demi satu.
5 Tanda-Tanda Kiamat Kecil (Kiamat Sughra) yang Paling Sering Dibahas
Tanda kiamat kecil jumlahnya jauh lebih banyak dan bersifat bertahap. Berikut lima yang paling sering dikutip dalam kajian akidah, beserta dalilnya:
- Diutusnya Nabi Muhammad SAW. Beliau bersabda bahwa kerasulannya dan hari kiamat diibaratkan berdekatan seperti dua jari (HR Bukhari dan Muslim).
- Ilmu agama diangkat, kebodohan merajalela. Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al-Ash, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ilmu dicabut melalui wafatnya para ulama, hingga manusia menjadikan orang-orang yang tidak berilmu sebagai rujukan (HR Bukhari dan Muslim).
- Waktu terasa berjalan lebih cepat. Dari Abu Hurairah RA, disebutkan bahwa kiamat tidak akan tiba sebelum satu tahun terasa seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, dan seterusnya (HR Ahmad dan Tirmidzi).
- Pasar-pasar semakin berdekatan. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa kiamat tidak akan tiba sebelum muncul berbagai fitnah, banyak kebohongan, dan pasar-pasar saling berdekatan (HR Ahmad).
- Jumlah wanita jauh lebih banyak dari pria, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Anas bin Malik.
Gempa Bumi sebagai Salah Satu Tanda Kiamat Kecil
Salah satu tanda kiamat kecil yang paling sering dibahas adalah meningkatnya frekuensi gempa bumi. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa kiamat tidak akan tiba sebelum banyak terjadi gempa bumi (HR Bukhari).
Dalam riwayat lain dari Salamah bin Nufail as-Sakuni, disebutkan bahwa menjelang kiamat akan ada masa kematian massal, kemudian diikuti tahun-tahun yang dipenuhi gempa bumi (HR Ibnu Majah, shahih). Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa yang dimaksud "banyak" dalam hadits ini adalah gempa yang terjadi merata dan berkesinambungan di berbagai wilayah.
Terkait bencana alam secara umum, Al-Qur'an surah Al-Hadid ayat 22 menyebutkan bahwa setiap musibah yang menimpa bumi telah tertulis dalam catatan (Lauhul Mahfudz) sebelum kejadian itu berlangsung (QS Al-Hadid: 22). Ulama menegaskan hadits tentang gempa ini menunjukkan gempa sebagai tanda kiamat kecil yang sudah mulai muncul sejak lampau dan terus berlangsung, bukan penanda waktu kiamat secara pasti.
Artikel Terkait
KPK Bantah OTT di Kabupaten Bogor, Pastikan Hanya Minta Keterangan Terkait Laporan Masyarakat
Mahkamah Agung RI Putus Fauzan Fadel Muhammad Wanprestasi, serta Dugaan Penggelapan Dana dan Aset PT GME
Polres Metro Bekasi Kota Ungkap 6 Kasus Kriminal Menonjol Periode 1–20 Agustus 2026, 11 Tersangka Diamankan