nasional

Prabowo Paparkan Capaian 21 Bulan Pemerintahan di Sidang Tahunan MPR 2026

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 06:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Pidato Nota Keuangan dan Rancangan APBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (YouTube Prabowo Subianto / Sekretariat Presiden)

RumpiKota.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dua pidato penting di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Pidato pertama berlangsung pagi hari dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD, sementara pidato kedua pada siang hari mencakup penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2027.

Dalam pidato kenegaraan pagi, Prabowo memaparkan capaian pemerintahan selama 21 bulan atau tepatnya 663 hari sejak dilantik. Ia menyatakan pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan berbagai masalah negara, sebagian di antaranya telah berlangsung puluhan tahun.

Prabowo menyebut rata-rata satu kebijakan transformatif dihasilkan setiap lima hari. Ia menekankan empat pedoman utama pemerintahannya, yakni menjalankan Undang-Undang Dasar 1945, melindungi kepentingan vital nasional, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin, serta berorientasi pada kepentingan generasi penerus.

Salah satu capaian yang disoroti adalah swasembada pangan. Menurut Prabowo, target yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat hingga lima tahun berhasil diwujudkan dalam waktu satu tahun.

Indonesia diklaim telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Baca Juga: Piala Kepala Staf Presiden Semarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia

Pemerintah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Pada saat yang sama, keuntungan PT Pupuk Indonesia tercatat naik 252,8 persen.

Di sektor energi, Prabowo menyatakan Indonesia mulai mewujudkan swasembada solar melalui produksi diesel B50 berbasis kelapa sawit. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dan menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau setara 9,5 miliar dolar AS.

Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen, sedangkan semester I 2026 sebesar 5,45 persen. Angka tersebut diklaim sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir untuk periode yang sama.

Investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dengan penciptaan lebih dari 2,7 juta pekerjaan. Pada semester I 2026, investasi tercatat Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta pekerjaan.

Restrukturisasi BUMN menjadi salah satu fokus. Dari total 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usaha, lebih dari 750 entitas ditargetkan ditutup sehingga tersisa maksimal 300 perusahaan pada akhir 2026.

Baca Juga: 7 Pasal UU ITE dan UU PDP yang Bisa Menjerat Pendaur Ulang Video Lama, Wajib Tahu!

Laba BUMN naik dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025, atau tumbuh 75,3 persen. Dividen juga meningkat signifikan, dengan proyeksi dividen 2026 mencapai Rp200 triliun tanpa tambahan penyertaan modal negara.

PT Danantara Sumberdaya Indonesia mulai beroperasi 1 Juni 2026 dan dalam waktu singkat mengelola devisa ekspor serta menemukan potensi tambahan nilai. Program hilirisasi juga dilanjutkan melalui puluhan proyek yang mencakup pengolahan batu bara menjadi DME, tembaga, alumina, dan lainnya.

Halaman:

Tags

Terkini