religi

Asal-Usul Sosok Dajjal Menurut Islam, Ciri-Ciri Fisik, dan Tanda-Tanda Kemunculannya di Akhir Zaman

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:19 WIB
Ilustrasi realistis sosok Dajjal berdiri di bukit padang pasir saat senja, melambangkan tanda besar akhir zaman menurut hadits shahih. (Foto: Ilustrasi/Gubahan AI.)

RumpiKota.com — Dajjal merupakan sosok yang disebutkan secara rinci dalam hadits-hadits shahih sebagai salah satu tanda besar hari kiamat. Literatur Islam menjelaskan keberadaannya sebagai manusia keturunan Adam yang akan muncul di akhir zaman dengan kemampuan menyesatkan yang sangat besar.

Apa Arti Dajjal?

Dajjal berasal dari kata Arab “dajala” yang berarti menutupi, mencampuradukkan, atau menipu. Ia disebut Al-Masih Ad-Dajjal, yang berarti mesias palsu atau penipu yang menutupi kebenaran dengan kebohongan.

Dalam pemahaman ulama, sebutan ini menunjuk pada seseorang yang akan mengaku memiliki kekuasaan ilahiah dan menyesatkan manusia melalui tipu daya yang tampak seperti mukjizat. Hadits-hadits shahih menegaskan bahwa fitnahnya merupakan fitnah terbesar yang pernah ada sejak Adam hingga hari kiamat.

Apakah Al-Quran Menyebut Dajjal?

Al-Quran tidak menyebutkan nama Dajjal secara eksplisit dalam ayat mana pun. Para ulama menjelaskan bahwa rincian mengenai sosok ini disampaikan melalui sunnah Nabi Muhammad SAW.

Beberapa ayat diisyaratkan berkaitan dengan tanda-tanda besar kiamat yang mencakup kemunculannya, seperti dalam Surah Al-An’am ayat 158. Ayat tersebut berbicara tentang datangnya sebagian ayat-ayat Tuhan yang setelah itu iman seseorang yang belum beriman sebelumnya tidak lagi bermanfaat.

Ulama seperti Ibnu Katsir dan lainnya menyebutkan bahwa di antara tanda tersebut adalah keluarnya Dajjal, terbitnya matahari dari barat, dan keluarnya dabbatul ard. Tidak disebutkannya nama Dajjal secara langsung dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadapnya karena ia akan mengaku sebagai tuhan.

Baca Juga: Kiamat Iklim dan Krisis Pangan, Tanda-Tanda Kiamat Menurut Al-Qur'an dan Hadits

Siapakah Nama Asli Dajjal dan Apakah Ia Manusia?

Literatur hadits shahih tidak menyebutkan nama pribadi tertentu seperti nama lahir manusia biasa. Ia dikenal dengan sebutan Al-Masih Ad-Dajjal atau Masih Adh-Dhalalah.

Mayoritas ulama Ahlussunnah wal Jamaah menegaskan bahwa Dajjal adalah manusia nyata dari keturunan Adam, bukan jin, setan, atau sekadar simbol. Ia makan, minum, dan pada akhirnya akan dibunuh oleh Nabi Isa AS.

Imam An-Nawawi dalam syarah Shahih Muslim menyatakan bahwa mazhab Ahlussunnah meyakini eksistensinya sebagai sosok individu yang hakiki. Pandangan yang menafsirkannya hanya sebagai kiasan atau kondisi sosial dianggap bertentangan dengan teks hadits yang jelas.

Berapa Jumlah Dajjal?

Hadits shahih membedakan antara Dajjal utama dan dajjal-dajjal kecil. Dajjal utama adalah Al-Masih Ad-Dajjal yang akan muncul sebagai tanda besar kiamat.

Sebelumnya, akan muncul sekitar tiga puluh orang pendusta yang mengaku sebagai nabi atau utusan Allah. Mereka disebut dajjal kecil karena sifat penipuan yang mereka bawa.

Rasulullah SAW bersabda bahwa kiamat tidak akan terjadi hingga muncul sekitar tiga puluh dajjal pendusta yang semuanya mengaku sebagai rasul Allah. Ini diriwayatkan dalam hadits shahih.

Baca Juga: Kelaparan 3 Tahun Sebelum Kemunculan Dajjal dan Mekanisme Nutrisi Zikir, Muslim Wajib Tahu!

Halaman:

Tags

Terkini