Pemilihan Jaran Kepang sebagai tema lagu juga tidak terlepas dari keinginan Bianca agar kesenian tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari pertunjukan tradisional.
Ia ingin Jathilan memiliki ruang baru di tengah perkembangan industri hiburan, terutama ketika musik dan budaya populer semakin banyak dikonsumsi melalui platform digital.
“Harapannya kesenian Jaran Kepang bisa dikenal oleh anak-anak generasi sekarang,” kata Bianca.
Pendekatan itu juga terlihat dari cara Bianca memperkenalkan single tersebut. Sebelum perilisan, ia membagikan teaser melalui berbagai kanal media sosialnya.
Video klip “Jaran Kepang” turut disiapkan untuk memperkuat cerita lagu. Produksi video dilakukan Shakila Enterprise dengan mengambil suasana pedesaan di wilayah Semarang.
Dengan demikian, unsur budaya tidak hanya hadir melalui suara, tetapi juga melalui visual yang membawa pendengar lebih dekat dengan atmosfer Jawa.
Lirik Jadi Ruang untuk Menyampaikan Pesan
Selain aransemen, Bianca juga memberikan perhatian terhadap lirik. Ia menyebut lagu tersebut memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada pendengar.
Di antara lirik yang dibuat sederhana, Bianca mengatakan terdapat unsur mantra yang menurutnya mempunyai makna tertentu.
“Part lirik di dalamnya ada pesan yang mendalam dan di antara lirik sederhananya juga terselip mantra-mantra yang punya manfaat untuk kita bila bisa memanfaatkannya,” tuturnya.
Bagi Bianca, unsur tersebut menjadi bagian dari identitas budaya yang ingin ia bawa ke dalam karya musiknya.
Pengalaman Panggung Jadi Modal
Pilihan Bianca membawa budaya Jawa melalui musik juga ditopang pengalaman panjangnya sebagai penyanyi. Ia dikenal sebagai penyanyi pop dangdut berbahasa Jawa dan dekat dengan perkembangan musik ambyar.
Pada 2020, Bianca mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang saat menggarap lagu “Lawang Sewu”.
Pengalaman panggungnya kemudian semakin luas. Pada Juli 2024, Bianca tampil dalam perayaan HUT Bhayangkara Polda Jawa Tengah di Semarang yang dihadiri sekitar 60 ribu orang.
Artikel Terkait
Bukan Cuma Soal Cinta, Ini Tantangan Rudi Soedjarwo Garap Film Dan Bandung