nasional

Jangan Ketinggalan! Emergent Buka Kompetisi Building Indonesia, Tawarkan Hadiah Rp800 Juta untuk Pembuat Aplikasi Tanpa Coding

Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:07 WIB
Banner resmi kompetisi Building Indonesia di website Emergent. Hadiah Rp800 juta, periode 10–25 Agustus 2026. (Foto: Emergent.sh/DS)
  • 10 Agustus 2026: Periode kompetisi dibuka.
  • 25 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB: Pengumpulan karya sekaligus periode pengumpulan dukungan komunitas ditutup.
  • 12 September 2026: Pengumuman 100 pemenang sekaligus 10 finalis.
  • 19 September 2026: Babak final digelar secara virtual.

Emergent menganjurkan peserta mengirimkan karya sesegera mungkin begitu aplikasi mereka mulai berfungsi, alih-alih menunggu hingga aplikasi terasa benar-benar sempurna. Menurut Emergent, semakin lama sebuah entri tayang di galeri publik, semakin besar peluangnya mengumpulkan dukungan dari komunitas.

Emergent juga menyatakan peserta tetap dapat mengubah nama dan deskripsi aplikasi hingga batas akhir 25 Agustus 2026, namun tautan atau URL submission yang dibuat otomatis oleh sistem tidak dapat diubah.

Baca Juga: Siapkan Masyarakat Hadapi Disrupsi Ekonomi, Bantuin Online Gelar Rangkaian Webinar Konten Kreator

Sistem Penilaian Dari Dukungan Publik hingga Panel Juri

Konfirmasi setelah bergabung “You’re in!”. Peserta harus Build, Publish, Submit sebelum 25 Agustus 2026. (Foto: Emergent.sh/DS)

Emergent menjelaskan proses seleksi pemenang berlangsung dalam empat tahap:

  • Tahap pertama: seluruh entri yang masuk diurutkan berdasarkan jumlah dukungan atau upvote dari publik, dan 200 entri dengan dukungan terbanyak akan maju ke tahap penjurian.
  • Tahap kedua: 200 entri tersebut dinilai menggunakan rubrik penilaian tetap untuk menghasilkan peringkat 100 pemenang.
  • Tahap ketiga: 10 entri dengan peringkat tertinggi diundang ke babak final.
  • Tahap keempat: 10 finalis akan mempresentasikan aplikasi mereka pada babak final virtual, di mana sebuah panel juri terpisah akan menentukan tiga besar pemenang utama.

Emergent menyebutkan proses seleksi tidak ditentukan oleh satu pihak, melainkan melalui kombinasi dukungan publik, penilaian rubrik, dan keputusan panel juri final.

Rubrik penilaian terdiri atas lima kriteria dengan bobot berbeda:

Kriteria Bobot
Dampak dan potensi skala bisnis 30%
Jumlah dukungan publik 20%
Ketajaman penyelesaian masalah 20%
Kedalaman pemanfaatan platform Emergent 15%
Kualitas antarmuka serta pengalaman pengguna 15%

Emergent menegaskan jumlah pengikut media sosial, jangkauan sosial, maupun pencapaian masa lalu peserta tidak termasuk dalam kriteria penilaian. Emergent juga menyebutkan bahwa kompetisi ini tidak mencari ide paling inovatif, melainkan aplikasi yang menyelesaikan satu masalah nyata secara efektif.

Terkait bukti dampak bisnis sebagai kriteria berbobot terbesar, Emergent menyarankan peserta melampirkan data konkret seperti waktu yang dihemat per minggu, tindak lanjut yang tidak lagi terlewat, pergerakan biaya atau pendapatan, tingkat adopsi oleh tim, hingga tangkapan layar kondisi sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi.

Mekanisme Dukungan Publik dan Pencegahan Kecurangan

Setiap entri yang berhasil didaftarkan otomatis tampil di galeri publik pada laman showcase resmi Emergent dan memiliki halaman publik tersendiri. Pemberi dukungan atau voter diwajibkan memiliki akun Emergent gratis, dengan ketentuan satu akun hanya dapat memberikan satu dukungan untuk satu entri.

Emergent menyatakan jumlah dukungan yang ditampilkan selama periode voting bersifat indikatif, dan jumlah final baru ditetapkan setelah proses peninjauan integritas usai periode voting ditutup. Emergent secara eksplisit melarang penggunaan bot, pembelian suara, insentif pemberian suara, akun palsu, maupun praktik tukar-menukar dukungan secara terkoordinasi.

Emergent menyebutkan pihaknya akan mengaudit pola pemberian dukungan yang tidak wajar dan akan mendiskualifikasi entri yang terbukti menggunakan cara-cara tersebut. Dukungan yang teridentifikasi tidak autentik juga akan dikurangi dari hitungan akhir.

Latar Belakang Peluncuran

Emergent menyebutkan bahwa selama bertahun-tahun, mengubah kebutuhan bisnis menjadi perangkat lunak umumnya membutuhkan pengembang, tim teknis, atau sumber daya besar untuk membangun solusi khusus. Building Indonesia disebut hadir untuk menantang pola tersebut dengan memberikan kemampuan kepada pemilik bisnis beralih dari sekadar mengidentifikasi masalah menjadi membangun dan menerapkan solusi mereka sendiri.

Menurut Emergent, program ini turut mencerminkan tren yang lebih luas di kalangan pelaku bisnis Indonesia, seiring semakin banyak entrepreneur yang meninggalkan proses manual dan penggunaan berbagai alat kerja yang tidak terintegrasi. Peralihan ini, menurut Emergent, mengarah pada penggunaan perangkat lunak yang dibangun khusus mengikuti cara kerja bisnis masing-masing.

“Pada momen Hari Kemerdekaan ini, kami ingin membuat proses ‘membangun’ menjadi lebih mudah diakses oleh para founder dan pemilik bisnis di seluruh Indonesia, sehingga ide mereka dapat diwujudkan meskipun tidak memiliki keahlian teknis,” kata Co-founder dan CEO Emergent, Mukund Jha, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi perusahaan pada 14 Agustus 2026.

Halaman:

Tags

Terkini