Bank Indonesia menilai pertumbuhan triwulan II-2026 tetap baik dan memprakirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 berada di kisaran 4,9–5,7 persen, didukung permintaan domestik serta kebijakan pemerintah dan otoritas moneter.
Data BPS ini menunjukkan bahwa meski menghadapi tantangan eksternal dan kontraksi di sektor ekstraktif, ketahanan ekonomi Indonesia pada paruh pertama 2026 masih ditopang kuat oleh konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keberlanjutan stimulus fiskal, realisasi investasi, serta kondisi permintaan global pada semester kedua tahun ini.