“Tantangan terbesarnya adalah melepaskan bayang-bayang versi original. Gue ingin lagu-lagu itu tetap terasa ‘Sigit banget’ tanpa terdengar memaksakan.”
Materi remake dalam EP ini hadir melalui izin sejumlah pencipta, di antaranya Pamungkas NM, Oncy Ungu, Alexander Ongko, serta karya almarhum Bartje Van Houten.
Dari sisi industri, penggunaan lagu remake juga mempertemukan dua kepentingan: menghadirkan materi yang memiliki daya kenal bagi pendengar sekaligus memberikan interpretasi baru dari seorang penyanyi dengan pengalaman panjang di industri musik.
Namun, Sigit memastikan proyek ini bukan berarti dirinya berhenti menciptakan lagu sendiri.
“Bukan karena lagi nggak bikin lagu. Memang konsep EP ini dari awal untuk membawakan lagu-lagu lama dan karya orang lain. Lagu-lagu ciptaan gue sendiri sudah siap untuk rilisan berikutnya.”
“Saat Bahagia” Hampir Dicoret
Salah satu cerita menarik dari proses produksi “Eksisten!” datang dari lagu “Saat Bahagia”. Lagu tersebut sempat hampir tidak masuk dalam daftar final karena Sigit merasa aransemennya belum memiliki pembeda yang cukup kuat dari versi sebelumnya.
Setelah beberapa kali mengubah aransemen dan berdiskusi dengan produser serta tim, lagu tersebut justru berkembang menjadi salah satu materi yang dianggap mampu memperkaya dinamika EP.
“Setelah beberapa kali ganti aransemen dan produser musik, ternyata lagu ini justru jadi salah satu lagu yang paling kuat di EP dan bikin keseluruhan album terasa lebih dinamis.”
Lima lagu tersebut kemudian disusun dengan alur suasana yang berbeda. EP dibuka dengan materi bernuansa upbeat, bergerak ke lagu yang lebih emosional, lalu ditutup dengan nuansa yang lebih bahagia.
Pola tersebut membuat “Eksisten!” tidak sekadar menjadi kumpulan lagu, tetapi dirancang sebagai satu perjalanan musikal yang bisa didengarkan dari awal hingga akhir.
Libatkan AFE Records dan Sejumlah Musisi
Produksi mini album ini melibatkan sejumlah pihak dari ekosistem musik. Sigit bekerja sama dengan AFE Records, Acoy dari Rocker Kasarunk untuk produksi musik, serta Fransiscus Eko yang menjadi produser bersama Sigit.
Eny Handayanih turut mendampingi proses produksi hingga perilisan.
Fransiscus mengatakan produksi “Eksisten!” sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Proses perilisan kemudian membutuhkan waktu lebih panjang karena tim harus menyelesaikan urusan lisensi sejumlah lagu remake.