RumpiKotaCom, Jakarta – Maroon 5 kembali memasukkan Jakarta dalam peta perjalanan musik mereka. Grup asal Los Angeles, Amerika Serikat, tersebut dijadwalkan menggelar konser di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, pada 5 Februari 2027.
Konser ini menjadi bagian dari rangkaian Maroon 5 Asia 2027 yang akan membawa Adam Levine dan kawan-kawan menyambangi sejumlah kota di Asia. Jakarta menjadi salah satu persinggahan penting setelah rangkaian penampilan mereka di Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang.
Promotor Live Nation telah mengumumkan jadwal penjualan tiket konser tersebut. Penjualan tiket Maroon 5 di Jakarta dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Agustus 2026 mulai pukul 10.00 WIB melalui situs resmi konser.
Kehadiran kembali Maroon 5 menarik perhatian karena grup tersebut sebenarnya belum lama tampil di Indonesia. Konser terakhir mereka berlangsung di JIS pada 1 Februari 2025.
Dengan jadwal konser 2027 tersebut, Maroon 5 tercatat akan kembali ke Jakarta untuk keempat kalinya. Sebelumnya, mereka pernah tampil di Indonesia pada 2011, 2012, dan 2025.
Jakarta dalam Rangkaian Tur Asia Maroon 5
Dari sisi perjalanan tur, Jakarta menempati posisi strategis dalam rangkaian konser Maroon 5 di Asia.
Tur Asia 2027 dijadwalkan dimulai dari Kaohsiung, Taiwan, pada 24 Januari 2027. Setelah itu, Maroon 5 akan tampil di Seoul, Korea Selatan, pada 27 Januari.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Tokyo, Jepang. Maroon 5 dijadwalkan tampil tiga kali di kota tersebut, masing-masing pada 30 dan 31 Januari serta 2 Februari 2027.
Setelah Tokyo, rombongan Maroon 5 bergerak ke Jakarta untuk konser 5 Februari 2027. Tur kemudian berlanjut ke Manila pada 7 Februari, Bangkok pada 9 Februari, dan berakhir di Singapura pada 12 Februari.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa Jakarta kembali menjadi salah satu kota yang dipilih dalam perjalanan konser internasional Maroon 5 di kawasan Asia.
Bukan Sekadar Nostalgia
Kembalinya Maroon 5 ke Jakarta juga memperlihatkan daya tahan katalog musik mereka di tengah perubahan industri musik global.
Grup yang dikenal melalui perpaduan pop, rock, dan unsur funk tersebut telah melewati beberapa fase perkembangan industri musik, dari era penjualan album fisik hingga dominasi platform streaming dan media sosial.